Kabupaten Bandung– Suasana Lapangan Sindangreret, Pamengpeuk, Kabupaten Bandung, sejak pukul 06.00 pagi hingga selesai dipenuhi ribuan masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan sosial yang digelar oleh ASBI Foundation (Aksi Senyum Bersama Indonesia). Acara yang berlangsung Sabtu (30/8/2025) ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dan solidaritas masyarakat bisa melahirkan gerakan besar, meskipun tanpa dukungan pemerintah maupun perusahaan besar di wilayah sekitar.
—
Seharian Penuh, Warga Dihibur dan Diberdayakan

Kegiatan dimulai sejak fajar dengan pengajian bersama, menghadirkan suasana religius dan khidmat. Setelah itu, warga disambut dengan berbagai kegiatan sosial yang dirancang untuk semua kalangan.
Di antaranya khitan massal gratis oleh dr. Irwan, yang disambut haru para orang tua. “Kami terbantu sekali, biaya khitan bukan hal kecil bagi keluarga kami. Alhamdulillah ada ASBI yang peduli,” tutur Asep (39), salah satu orang tua peserta khitan.
Selain itu, layanan cek kesehatan gratis dari Puskesmas Pamengpeuk juga ramai dikunjungi. Warga memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan tekanan darah, gula darah, hingga konsultasi kesehatan ringan.
Puluhan anak yatim pun menerima santunan dari ASBI Foundation, disertai bingkisan yang membuat wajah mereka sumringah. Tidak ketinggalan, warga diajak berpartisipasi dalam program Wakaf Mushaf Al-Qur’an, yang didukung oleh Expedisi Al-Qur’an, sehingga lebih banyak mushaf tersalurkan ke masjid, mushola, hingga pesantren kecil di pedesaan.
Menjelang siang, tabligh akbar bersama Ustadz Ucu Najmudin menjadi pusat perhatian. Dengan tausiyah penuh makna, Ustadz Ucu mengingatkan pentingnya berbagi dan menolong sesama. Jamaah larut dalam nasihatnya yang sederhana namun menyentuh hati.
—
Budaya, Hiburan Islami, hingga UMKM Meriahkan Acara

Tidak hanya kegiatan sosial, ASBI Foundation juga menghidupkan acara dengan sentuhan seni, budaya, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Di arena utama, marching band Al Marwah dan lantunan merdu nasyid Nahawan Voice serta Nasyid Yayasan Al Marwah membuat suasana semakin semarak. Aksi pencak silat Putra Pusaka Sunda juga tak kalah menyita perhatian dengan atraksi penuh energi dan makna filosofis Sunda.
Sementara itu, sektor ekonomi rakyat mendapat ruang khusus melalui Bazar UMKM Paguyuban Pengusaha Karsa Mandiri (PPKM). Berbagai produk lokal dipamerkan dan dipasarkan, mulai dari kuliner tradisional hingga kerajinan tangan. Bazar ini menjadi bukti nyata bahwa kegiatan sosial juga bisa memberdayakan ekonomi masyarakat kecil.
—
Sponsor dan Kontributor Lokal Jadi Tulang Punggung

Acara besar ini terlaksana berkat dukungan sponsor serta kontributor yang mayoritas berasal dari kalangan lokal, bukan dari perusahaan besar di sekitar wilayah. Mereka yang ikut berkontribusi antara lain:
* Rumah Yatim Bandung Dewan Pengawas ASBI Foundation.
* Bang Jago (Niko), Dewan Pengawas ASBI Foundation yang berperan besar.
* Carissa Clinic Banjaran sebagai mitra medis.
* Asep Sound penyedia sound.
* NF Production 10 sebagai penyedia panggung dan tenda.
* Rumah Jahit Reydsta yang mendukung seragam dan perlengkapan acara.
* Trijangkar Jearsy yang mendukung seragam dan perlengkapan acara.
* PT RRI sebagai mitra media.
* Karang Taruna RW 08 Desa Sukasari sebagai motor penggerak kepemudaan.
* Expedisi Al-Qur’an sebagai kontributor utama dalam gerakan wakaf Mushaf Al-Qur’an.
Kehadiran para sponsor dan kontributor ini menunjukkan bahwa meski skala mereka tidak sebesar korporasi besar, kepedulian mereka justru nyata dan terasa langsung manfaatnya di masyarakat.
—
Pesan Kang Danu: Jangan Tutup Mata

Founder ASBI Foundation, H. Agus Darmawan, S.ST.Par atau akrab disapa Kang Danu, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian yang seharusnya menjadi contoh bersama.
“Sejak pukul enam pagi sampai acara selesai, masyarakat begitu antusias. Mereka mendapat manfaat nyata, mulai dari khitan gratis, layanan kesehatan, santunan yatim, hingga wakaf Mushaf Al-Qur’an. Tapi sangat disayangkan, di sekitar kita banyak perusahaan besar yang justru seakan tutup mata. Padahal dengan sedikit kepedulian, dampaknya akan jauh lebih besar,” ungkap Kang Danu.
Menurutnya, kegiatan sosial semacam ini tidak boleh berhenti meskipun minim dukungan dari pihak berkuasa atau korporasi besar. “Selama ada sponsor lokal yang peduli, kontributor yang tulus, relawan yang ikhlas, dan masyarakat yang mau bergerak bersama, kami akan terus berdiri di garda depan untuk kemanusiaan dan kepedulian sosial,” tegasnya.
—
Kebahagiaan yang Nyata

Di tengah riuh acara, tampak anak-anak yatim memegang Mushaf Al-Qur’an baru yang dibagikan, sementara para orang tua tersenyum lega karena anaknya bisa khitan gratis. Warga lansia pun mengaku sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis.
“Acara ini luar biasa. Tidak hanya hiburan, tapi benar-benar membawa manfaat nyata bagi kami. Semoga ASBI terus ada untuk masyarakat,” ucap Ibu Yayah (54), warga setempat.
—
Inspirasi dari Masyarakat untuk Masyarakat
Gelaran ini membuktikan bahwa kolaborasi masyarakat, sponsor lokal, dan kontributor mampu menciptakan acara sosial yang dampaknya sangat besar. Meski perusahaan besar di sekitar wilayah seakan tak peduli, semangat gotong royong justru membuktikan diri sebagai kekuatan utama.
Dengan slogan “Senyum Bersama, Peduli Sesama”, ASBI Foundation berkomitmen untuk terus menyalakan lilin-lilin kepedulian, menjadi inspirasi bahwa perubahan besar bisa lahir dari niat tulus dan kerja sama masyarakat.
































